saya sebagai pecinta film, dalam menanggapi film ayat2 cinta. tidak dapat membandingkannya dengan Islam. takut salah.
yang bisa saya komentari sebagai orang biasa yang gemar nonton dan belum pernah baca novelnya, saya hanya bisa menanggapi :
1. dari segi gambar, film ini bagus. suasana mesir hampir tergambarkan. walau pada aslinya syuting bukan di mesir.
2. konflik dalam film ini tidak greget!! (hal ini diakibatkan karena, alur yang Indah pas pembukaan, dan terjadi sedikit masalah pas tengah2. tp masalah itu datang dengan tiba2 dan penyelesaian masalahnya cenderung datar dan cepat. sebagai penikmat film, penyelesaian konflik yang terlihat begitu mudahnya ini, membuat aku pribadi merasa kalo film itu kurang menggigit)
3. terlintas tanya dalam benak ku ?
"dimana saat aktor pria. yang menginginkan pernikahan. akhirnya dipertemukannya dengan riyanti dan langsung menikah. tanpa ada jeda perkenalan, sehingga ada sedikit masalah tentang masa lalu satu sama lain yang mereka belum ketahui sebelum merit. apakah hal ini wajar ?
trus, gimana sebagai soarang yang masih awam tentang Islamnya ini memandang hal itu ?
-aku ada sedikit pertanyaan : Apakah jeda perkenalan, agar kita lebih mengenal pasangan kita itu (yang salah satu bentuk real sekarang sering di sebut pacaran(untuk hal ini bukan pacaran yang hanya karena NAFSU) ), termasuk hal logis dalam mengenal siapa yang akan menjadi pendamping kita ?
-apakah salah jika kita, mengetahui pasangan kita, mulai dari kebiasaan dia, masa lalunya seperti apa, wataknya seperti apa, dan dia tuh cocok ato tidak sama kita dll.
"
hal ini tergambar dari konflik yang terjadi pada tokoh pria.
dimana sang istri, yang tidak mengetahui sama sekali masa lalu sang suami. kewalahan, ketika ada sebuah masalah yang terjadi sebelum menikah dan meledak setelah menikah, untuk membantu suaminya sendiri, malah orang lain yang telah mengenal tokoh pria sebelum dia bertemu istrinya, yang membantu tokoh pria lepas dari masalahnya.
yang pada akhirnya, memang cinta itu datang bukan karena pandangan pertama. tetapi datang karena adanya interaksi dan tau apakah dia pasangan yang kita cari. hal ini terbukti dengan pada akhirnya si tokoh pria menikah juga dengan tokoh cewek ke dua.
apakah hal ini kurang mencerminkan, kalau sebuah pengenalan diri satu sama lain atara setiap individu dalam sebuah pasangan itu penting untuk saa ini ?
aku sebagai orang awam bertanya dalam sudut pandang islami dan realita kehidupan saat ini.
karena ada yang lebih tau dan mengerti dari yang awam ini...
teteng ristandi
terima kasih telah sempat membacanya.
Sunday, March 9, 2008
Pendapat tentang AAC
Posted by ristandi at 5:18 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment